Tips mengatasi keluhan kehamilan trimester pertama

Trisemester awal kehamilan

Tips mengatasi keluhan kehamilan trimester pertama

“Be partners in marriage and parenting…”

Kehamilan akhir trimester pertama, rasa mual dan penciuman kuat masih belum menghilang. Kali ini saya sangat sensitif dengan bau suami, akhirnya dia harus mengalah dengan tidur secara berjauhan. Entah kenapa semua menjadi begitu bau dan tidak enak, padahal dari dulu saya paling suka bau suami, apalagi setelah pulang kerja atau beraktivitas, kebetulan dia juga malas mandi. Saya menyebutnya bau keong, bau favorit yang selalu saya cium. Pernah suatu saat Chandra pergi keluar kota, beberapa hari saya menggunakan kaos dia karena suka bau nya, kita memang sangat berat untuk berhubungan jarak jauh, setiap saat kita berkomunikasi via telpon atau chat dan di malam hari sebelum tidur pasti kita video call sampai saya tertidur.

Setiap hari aja kalau kita kerja, komunikasi tidak pernah putus, kecuali masing-masing sedang sibuk, apalagi jika berbeda kota, padahal Chandra paling lama keluar kota hanya 3 hari, iya dia selalu berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan tidak pernah mau pergi keluar kota di akhir Minggu. Kembali lagi ke cerita bau suami tadi, saya menggunakan kaos yang terakhir Chandra gunakan sebelum keluar kota, kebayang kan bau keteknya seperti apa hahaha, tapi saya terus kenakan beberapa hari setiap tidur sampai Chandra pulang, hmmmm enak banget bau nya, tapi saat hamil trimester awal, semua berubah menjadi bau dan membuat saya mual (sorry…).

21 Januari 2018

Sebulan setelah cek pertama ke dokter, kita datang kembali ke klinik kartika untuk melihat perkembangan amanah kecil kita. Saat di USG kita melihat kaki-kaki kecil yang akan tumbuh dan kita pun bisa mendengarkan detak jantungnya. Sekali lagi setiap perkembangan yang kita lihat setiap bulannya membuat kita tak bisa berhenti bersyukur dan terharu bahagia.

Kehamilan pertama

Dokter menjelaskan bahwa detak jantung bayinya sehat, kemudian saya bertanya kepada dokter mengenai mium kecil yang pernah beliau sebutkan bulan lalu. Alhamdulillah setelah di cek kembali mium tersebut tidak mengganggu. Sebelum pulang, saya dan Chandra menanyakan berbagai hal, maklum karena ini kehamilan pertama kita. Saya bertanya mengenai pola makan yang sulit, karena saya sering mual, tidak suka sayur, dan tidak ada nafsu makan. Dokter Ita menjelaskan bahwa sebenarnya kita bisa mengurangi porsi makan namun intensitas makannya lebih sering. Kita juga bisa makan cemilan seperti ice cream atau yoghurt dan buah di siang hari, yang paling penting adalah saya rileks dan dibawa happy. Dokter Ita memberikan resep vitamin kembali karena vitamin kita sudah habis. Kebutuhan vitamin ini disesuaikan dengan keluhan kita, untuk masalah minum vitamin dan susu kehamilan saya tidak bermasalah, karena kebetulan saya tipe orang yang sangat suka susu.

26 Februari 2018

Kehamilan Pertama

Ketika ibu-ibu hamil lebih sering ngidam untuk makan sesuatu, keadaan sebaliknya justru yang saya alami. Nafsu makan saya sangat jelek, selain rasa mual, saya sangat malas untuk makan karena sudah bosan melihat menu makan setiap harinya. Chandra selalu meminta saya untuk order makanan online setiap makan siang, tapi karena saya sudah bosan dengan semua apalagi makanan Indonesia kebanyakan menu nya adalah ayam, jadi saya lebih memilih tidur saat makan siang. Akibatnya ya saya tidak makan siang, saya hanya makan malam itu juga nunggu Chandra pulang. Kadang lambung jadi sakit tapi mau gimana lagi saya pusing untuk memilih menu makan. Berbeda dengan awal-awal kehamilan, saya masih rajin masak dan makan sehari 3 kali, plus makan sayur, buah, susu serta vitamin. Bulan ke 3 kehamilan ini, dan bulan-bulan selanjutnya saya sangat susah makan. Chandra memberi masukan agar saya makan masakan dengan bumbu yang tajam, seperti rendang, atau beli makanan kesukaan seperti Pho 24 atau marugamen, tapi sekali lagi itu bukan nasi dan saya takut ada efek samping ke dede bayi. Chandra tahu saya suka sushi akhirnya dia selalu pesankan saya sushi, masalahnya adalah sushi itu kebanyakan bahan mentah, akhirnya saya tidak bisa pesan melalui gojek online karena kalau mang gojek yang beli, dia ga tau mana sushi mentah atau matang, dan saya juga ga enak kalau minta tolong mang gojek untuk tanya-tanya ke pihak restonya.

Akhirnya Chandra beli sushi dekat kantor nya, dan dia minta untuk sushi yang matang terus dikirim via go-send. Kebayang udah sushi mahal terus dikirim pake Go-send yang ongkosnya lebih mahal dari Go-food 😭 . Kadang setiap makan siang, Chandra suka pulang dulu ke rumah, beliin rendang kesukaan dulu daerah Petojo atau daerah kostan kita yang lama, karena rendang disitu enak dan murah 😁 . Kasian sebenarnya liat Chandra mengeluarkan banyak effort  selama istri nya hamil, tapi kadang dia sendiri yang memang mau melakukan, kalau dilarang malah jadi panjang, jadi biarin aja hehehe.

Menikmati Kehamilan

Oh ya sampai dengan bulan ke 3 ini, kita masih menyimpan cerita ini berdua, keluarga pun hanya tau secukupnya. Dulu saya termasuk orang yang suka bercerita di media sosial, tapi saya tau media sosial kadang kejam, orang bisa berpandangan apa saja tentang kita. Saya dan Chandra yang sudah bertekad agar amanah kita ini tidak terkena dampak buruk pandangan orang lain, kita memutuskan tidak banyak cerita. Tapi nyatanya usaha kita itu kadang dipandang beda juga oleh orang lain. Kita yang sudah jarang main sama teman atau bahkan berkomunikasi dengan teman, bisa dianggap hal lain. Kenyataannya kita sibuk, ya sibuk dengan moment ini, saya yang menghadapi berbagai syndrome kehamilan, sibuk menyesuaikan diri dengan tubuh dan cara penanganannya. Chandra yang sibuk dengan pekerjaan harus berbagi waktu untuk membantu saya menghadapi syndrome kehamilan, bahkan harus mengambil tugas-tugas di rumah. Alhamdulillah kita tidak mengeluh, kita hanya bersedih mengapa orang berpikiran lain, namun kita kembalikan lagi kepada Allah, karena hanya Allah yang mengetahui segalanya dan tentunya kita sangat menghindari emosi kesedihan, amarah, curiga dan hal buruk lainnya, untuk kebaikan kita dan calon anak kita ini. Alhamdulillah juga dari tahun 2017 saya banyak belajar, saya sudah bisa berhenti menjelaskan diri saya atau Chandra kepada orang lain, kita pikir itu hal yang tidak penting, karena orang terdekat atau yang sayang kita tidak butuh penjelasan dari kita, karena mereka sudah mengerti.

Cerita Lain

Dipostingan lain, saya akan coba bercerita bagaimana cara menghadapi atau mengatur kehidupan rumah tangga kita sebagai partner, mulai dari segi keuangan, hubungan, kenyamanan, dan tanggung jawab serta tujuan rumah tangga kita. Hanya ingin berbagi bahwa selama niat kita lurus semua selalu ada jalannya.

Note untuk postingan ini : Terimakasih mang Gojek, selalu ada setiap dibutuhkan apalagi saat kehamilan ini, selalu membantu dengan mengantarkan makanan disaat Chandra sedang bekerja.

Dalam postingan ini, saya bercerita bahwa romantisme kehamilan ini sangat indah, romantis karena cerita ini hanya kita nikmati berdua, tidak ada rasa keberatan atau cape dalam proses kehamilan ini, semua berjalan dan kita nikmati dengan ringan. Thanks Chandra, udah jadi partner yang selalu siap siaga 😘.

Please follow and like us:
B. Economics MBA-Entrepreneurship Data Analytics Certified Reach me at saraswatisepti@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate »