Tips menghadapi keluhan saat hamil trimester kedua

Trimester kedua

Tips menghadapi keluhan saat hamil trimester kedua

Trimester kedua : Syndrome kehamilan yang berwarna

Trimester kedua : Fase kehamilan selanjutnya terasa semakin berwarna. Syndrome kehamilan bertambah, awalnya hanya morning sick dan penciuman yang menjadi tajam serta membuat mual, kali ini syndrome-syndrome tersebut berkurang. Syndrome selanjutnya adalah alergi, telapak tangan dan kaki selalu gatal setiap malam. Awalnya saya dan Chandra tidak tau apa penyebabnya, tapi setelah melakukan riset sepertinya saya alergi bahan kimia seperti sabun cuci piring dan sabun cuci baju. Berita buruk bagi suami ku tercinta, tugas rumah bertambah lagi. Sebelumnya saya masih bisa melakukan sedikit pekerjaan rumah yang dibantu Chandra, sekarang semua harus di handle dia termasuk cuci piring dan cuci baju. Untuk cuci baju sih tidak terlalu banyak, karena hanya baju sehari-hari dan pakaian dalam, sisanya ya laundry. Alhamdulillah hubungan kita ini dilandasi kerja sama partner yang baik hehehe, saling membantu dan mendukung dalam segala hal. Terimakasih ya Allah.

Trisemester kedua

Sebenarnya cukup lama untuk mengetahui penyebab rasa gatal di telapak tangan dan kaki. Tiba-tiba telapak menjadi merah dan kalau di tangan terlihat seperti kutu air. Sempat bicara ke dokter waktu cek bulanan, dokter Tanya ada alergi atau tidak, setahu saya sih tidak. Setelah kita perhatikan aktivitas kita ternyata ya karena bahan kimia tersebut. Tidak ada obat yang digunakan, ada sih resep obat gatal dari dokter, tapi tidak kita ambil karena takut mengandung zat kimia. Kita sangat menghindari semua yang berbahan kimia termasuk kosmetik. Cara menghindari gatal-gatal tersebut adalah ya dengan mengurangi atau tidak sama sekali menyentuh sabun-sabun tersebut. Selain rasa gatal, saya juga sering mengalami penat di kepala, rasanya sangat sumpek. Kebetulan waktu itu kita belum merapikan dan membersihkan semua ruangan, mungkin salah satunya karena sirkulasi udara yang jelek. Obat sakit kepalanya ya dengan di compress air hangat atau dingin, pijat kepala oleh suami dan tidur siang, tidak menggunakan obat.

Saya memang sensitive dengan udara karena saya sering terkena sinus. Penyebabnya bisa dari debu dan udara kering. Kontrakan kita terdiri dari 1 ruang tamu, 1 kamar tidur, dapur, kamar mandi dan tempat jemur pakaian. Bentuk kontrakannya juga cukup terbuka karena kebetulan kita ambil kontrakan yang paling depan sehingga tidak terlalu pojok. Untuk sirkulasi udara seharusnya juga lebih enak karena banyak ruang terbuka, tapi masalahnya udara di Jakarta tidak sama dengan udara di Bandung hehe, kalau kita tidak menggunakan AC, saya akan merasa pengap dan sangat panas. Masalah lainnya adalah saya tidak bisa menggunakan AC karena AC mengeluarkan udara kering dan bisa menyebabkan hidung, mata dan kepala saya sakit karena sinusnya meradang. Semenjak pindah ke kontrakan ini, kita langsung menggunakan kipas angin sebagai pengganti AC. Kipas angin bisa kita nyalakan selama 24 jam, dan jeleknya kabiasaan kita saat itu adalah selalu beraktivitas dalam kamar, malas untuk beraktivitas di ruang tamu, jadi udara di kamar pun tetap pengap walaupun semua jendela selalu dibuka.

Perubahan hormon saat kehamilan

Selain kenaikan berat badan saat kehamilan, perubahan hormon juga mempengaruhi beberapa perubahan tubuh. Perubahan hormon dalam tubuh saya menimbulkan banyak jerawat di tubuh terutama punggung dan lengan. Sebenarnya setiap ibu hamil pasti mengalami perubahan-perubahan dalam tubuh, namun ibu hamil yang satu dengan lainnya bisa mengalami perubahan yang berbeda. Seperti tumbuhnya jerawat, ada beberapa ibu hamil yang tumbuh jerawat di wajah, berbeda dengan saya yang banyak tumbuh jerawat di punggung dan lengan, pertumbuhannya pun sangat banyak dan meninggalka noda hitam. Saya sangat menghindari produk-produk yang mengandung bahan kimia, termasuk untuk tubuh. Saya sudah mengurangi produk kimia dari sebelum hamil, untuk perawatan wajah saat itu saya hanya menggunakan produk perawatan wajah yang terbuat dari lidah buaya. Saat hamil saya berhenti menggunakan body lotion dan sangat mengurangi deodorant. Jadi selama hamil saya sangat jarang melakukan perawatan tubuh yang akhirnya kulit menjadi kering namun demi kebaikan dede bayi, saya pikir tidak masalah.

Saya termasuk orang yang tidak memiliki riwayat alergi kecuali alergi udara dingin kering dan debu. Untuk makanan pun saya termasuk mudah untuk memilih bahan makanan apapun, kecuali sayur hijau hehehe. Selain kurang suka sayur hijau, ada penyebab lain yang membuat saya harus mengurangi sayur hijau, yaitu saya memiliki penyakit asam urat hahaha. Seafood salah satu makanan favorit saya, namun saat hamil semua berubah, ketika makan seafood saya langsung asam urat. Mungkin kolestrol saya tinggi atau mungkin juga akibat perubahan hormon kehamilan. Kalau asam urat sudah kambuh ya suami dengan sigap akan pijat pakai parcok GPU hahaha. Tapi untuk asam urat ini agak sedikit susah hilang, biasanya saya akan balut tangan saya yang linu dengan kain dan diikat secara kuat, entah kenapa bisa menghentikan linunya. Oh yaa da selingan cerita, saat trimester kedua ini, perut saya sudah mulai agak tertekan, jadi saya sering banget ingin buang air kecil terutama saat malam. Pernah suatu malam saya mau pipis, tapi karena malas ya sudah saya tidur lagi. Eh pas terbangun tiba-tiba celana sampai kaki saya basah, saya pun berteriak karena kondisi lagi hamil takutnya terjadi sesuatu pada kandungan, Chandra pun kaget dan bangun, eh taunya saya pipis di celana. Oke sekian Kasur saya pun basah.

Liburan saat hamil

Sekitar bulan April, kita memutuskan untuk pergi berlibur ke Lombok. Saat itu kita mendapatkan rezeki yang tidak terduga. Jadi ceritanya, Chandra pernah memberikan training di Jogja pada 2016, terus waktu itu sudah beberapa minggu sebelum kita nikah. Saat itu saya masih labil, masih banyak ketakutan apalagi dengan omongan orang lain. Saat itu saya minta Chandra untuk pulang karena kesal kenapa dia harus pulang besok harinya padahal trainingnya sudah selesai. Dia sudah dapat tiket pesawat untuk esok harinya yang sudah dibooking oleh kantornya, tapi karena saya rewel akhirnya dia pulang malam itu dengan menggunakan kereta, tanpa pamit terlebih dahulu ke orang Jogja. Kemudian April 2018, ada orang Jogja yang mencari dia dan datang langsung ke kantornya, Alhamdulillah sambil bawa fee atas training di 2016 itu. Kalau rezeki memang tidak kemana, tapi saat itu memang saya menyebalkan hahhaa. April 2018 adalah last month nya Chandra di kantor sebelumnya, dia sudah pusing dan ingin lilburan. Akhirnya kita pun memutuskan untuk pergi liburan.

Sebenarnya kita memang sudah berencana liburan akhir tahun 2017, tapi banyak sekali cobaan yang kita hadapi dan dikecewakan oleh orang lain akhirnya kita hanya bisa bersabar dan mengatur keuangan sehemat mungkin saat itu hehehe. Oh ya untuk liburan ini kita menentukan pergi ke Lombok, selain jaraknya tidak terlalu jauh, budget nya juga sesuai dana, tidak rame, dan tentunya karena kita menyukai pantai. Akhirnya saya memilih Senggigi  agar tidak terlalu rame, karena saya pun lagi hamil takutnya kalau rame saya malah pusing. Sebenarnya setiap kita pergi berlibur, kita selalu berusaha untuk mencari tempat yang nyaman dan tidak banyak keramaian. Untuk cerita liburan ini saya akan bahas dipostingan lain ya,  yang khusus membahas liburan di Lombok ini. Sebelumnya ada sedikit cerita, untuk penerbangan dengan kondisi hamil, kita harus menyertakan surat sehat dari dokter, namun saat itu kita tidak membawa surat tersebut yang akhirnya terjadi sedikit drama di di Bandara sampai akhirya kita tetap bisa terbang hehehe.

Bulan Ramadhan yang tidak seperti biasa

Cerita kehamilan di trimester kedua ini memang agak panjang ya permirsa. Banyak hal yang terjadi saat kehamilan di trimester kedua ini. Bulan Ramadhan kali ini saya sudah memasuki trimester kedua akhir, awalnya saya berharap bisa melewati puasa satu bulan penuh. Hari pertama puasa sampai hari ke delapan saya masih bisa berpuasa dan bahkan merasa lebih enak perutnya kalau berpuasa, tidak ada rasa mual di pagi hari. Semua itu berubah saat memasuki hari ke 7, tiba-tiba saya merasa sakit pada daerah bawah perut. Akhirnya saya pun membatalkan puasa, karena saya pun melihat air kencing saya berubah jadi kuning atau bahkan coklat kemerahan. Saya takut dehidrasi dan kasian dede bayinya akhirnya saya tidak melanjutkan puasa. Waktu itu Chandra terus menyemangati, bahwa tidak masalah kalau tidak berpuasa karena dalam agama pun tidak diwajibkan berpuasa saat hamil. Nah selama bulan puasa, saya 3 kali terserang sinus. Sinus pertama saya alami selama 12 hari, dari awalnya sakit hidung, tenggorokan, sampai batuk berdahak yang lama sekali.

Saya terus memikirkan dede bayi, karena saya pun tidak mau mengkonsumsi obat apapun. Setiap hari saya hanya mengkonsumsi vitamin dan susu kehamilan. Saya mensugestikan diri saya bahwa saya bisa menyembuhkan diri sendiri. Waktu itu saya hanya banyak mengkonsumsi air putih, air kelapa, susu jahe dan selalu membersihkan hidung dengan mengisap air hangat yang sudah diberi garam kemudian dikeluarkan lagi agar bakteri dalam hidungnya pun keluar. Selama 12 hari semua itu baru sembuh, yang paling susah ditangani waktu itu adalah batuk berdahak dan hidung yang mampet serta selalu berlendir. Saya pun mengkonsumsi kecap yang sudah diberi jeruk nipis.  Setelah sembuh beberapa hari, kemudian saya terkena lagi sinus, begitu juga seterusnya setelah sembuh terkena lagi dengan jangka waktu rata-rata 10-12 hari. Jangka waktu sembuhnya hanya berselang 3-4 hari. Jadi total saya terkena sinus itu 3 kali pada trimester kedua.

Trisemester kedua

Akhirnya saya dan suami berpikir untuk memperbaiki kualitas udara di tempat tinggal kita. Kita bongkar meja belajar dan meja ruang tamu, kemudian kita packing rapi stock sepatu sisa jualan kita, buang barang tidak berguna, bersihkan semua debu dan membeli 1 tambahan kipas angin serta air purifier agar udara menjadi bersih. Jadi ada total 2 kipas plus 1 airpurefier yang selalu menyala 24 jam setiap hari nya agar udara tetap bersih. Alhamdulillah saya pun merasa lebih fit dan sehat dalam pernafasan, tidak berlendir, tidak sinus, tidak alergi gatal, tidak sakit kepala dan merasa lebih segar udaranya. Konsekuensi nya adalah penggunaan listrik kita menjadi boros hehehe.

Cerita lain

Mungkin itu lah sedikit cerita di trimester kedua, jika ada yang ingin bertanya boleh langsung selipin komen di postingan ini ya hehe. Oh ya saya lupa, kehamilan ini membuat kita sadar bahwa kuasa Allah itu sangat lah besar, moment paling bahagia saat kehamilan adalah saat mendengar detak jantung dede bayi dengan irama yang sehat. Saya dan suami langsung terharu saat pertama kali mendengar detak jantungnya. Oh ya, pada trimester kedua kita mencoba untuk cek usg 4D karena penasaran ama dede bayi nya mirip siapa, berharap hidungnya mirip Chandra hehe. Pas kita USG dede nya nutupin wajah pakai tangan, mungkin malu malu sama kaya ibunya :p, akhirnya dokter minta saya untuk batuk-batuk dan alhamdulillah dede bayi mau turunin sedikit tangannya dan isap-isap tangannya. Setelah kita liat ternyata mirip ayahnya banget hehe dari pipi dan hidungnya, yang terpenting adalah dede bayi nya dalam kondisi sehat. Alhamdulillah

Trisemester kedua

Tunggu cerita-cerita selanjutnya ya,

 

 

Let's connect
Passionate about Data Analytics, Entrepreneurship, and Business Strategy. Exploring the intersection of data-driven insights and innovative business decisions. B. Economics | MBA-Entrepreneurship | Data Analytics Certified | Analyst and Research Reach me at saraswatisepti@gmail.com or hai.ssaras@gmail.com

One thought on “Tips menghadapi keluhan saat hamil trimester kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate »