Ulang Tahun Anak di Rumah – Prinsip Parenting

biaya ulang tahun

Ulang Tahun Anak di Rumah – Prinsip Parenting

Ulang tahun anak merupakan momen kebahagiaan tersendiri bagi orang tua, terutama ulang tahun pertama. Saya pribadi memiliki pemikiran yang berbeda dalam merayakan ulang tahun. Dari awal, saya dan suami ingin menerapkan pola hidup sederhana untuk anak. Termasuk prinsip dalam merayakan ulang tahun, karena kita sadar saat ulang tahun pertama pasti benturan kepentingan beberapa “pihak” hehehe.

Jujur sebenarnya saya tidak ingin merayakan ulang tahun anak dalam bentuk pesta

Don’t fit, Just Be !

Awalnya saya ingin ulang tahun pertama anak itu mengajak Sal ke panti asuhan. Bermain dengan teman-teman disana, tanpa ada embel-embel ulang tahun, cukup hanya berbagi dan bermain. Saya dan suami pikir, kita juga harus menjaga perasaan teman-teman di panti asuhan. Tanpa ada embel-embel ulang tahun dan hanya bermain santai itu memberikan nilai bagi Sal yaitu berbagi dan berteman serta nilai bagi teman-teman di panti asuhan yaitu rasa kebersamaan.

Namun itu hanyalah sebuah niat hahahaha, pada akhirnya terjadi beberapa benturan kepentingan yang akhirnya kita memutuskan ada perayaan di rumah dan tidak jadi pergi ke panti asuhan. Parenting itu sulit ya, selain dari diri kita tapi pihak lain kadang bisa melakukan interupsi.

Tentukan Konsep Ulang Tahun

Saya dan suami masih merasakan gejolak dalam batin, apakah tetap niat awal pergi ke panti asuhan atau mengikuti kehendak pihak lain untuk merayakan ulang tahun. Bisa saja kita tetap ke panti asuhan, namun saya selalu lemah menghadapi hal seperti ini.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat konsep ulang tahun tanpa kehilangan maknanya. Saya harus tegas terhadap prinsip diri sendiri, sampai kapan orang bisa interupsi prinsip kita. Saya rayakan ulang tahun Sal di Bandung, di rumah nenek Sal. Beberapa syarat saya terapkan yang paling utama adalah tanpa kado.

Tidak usah bawa kado

Get your rewards as your achievement

Don’t fit, Just Be !

Saya hanya mengundang sepupu-sepupu Sal dan tetangga dekat, tidak lebih dari 30 orang. Dari awal saya buat undangan secara digital dan mencantumkan kalimat “tidak usah bawa kado ya”. Hal itu dilakukan karena saya tidak mau momen ulang tahun membentuk Sal menjadi pribadi yang menuntut sebuah pemberian, saya mau Sal menjadi pribadi yang sederhana dan selalu bersyukur. Kalaupun Sal mau hadiah, biarlah nanti kita sebagai orangtua yang beri, atau jika sudah besar nanti Sal bisa menjadikan kado itu sebuah reward atas achievementnya.

Buat perlombaan dan berikan mereka hadiah

Blessed your life by share your hapiness

Don’t fit, Just Be !

Sal lahir pada 17 Agustus 2018, Alhamdulillah kita mempunyai ide kedua untuk konsep ulang tahun yang sudah kita tentukan, berbagi. Saya dan suami mendesain adanya perlombaan 17 Agustus yang diikuti oleh anak-anak kecil dan orangtua yang mengantar. Kita sediakan kado untuk juara 1 sampai 3, ya ide yang sesuai lagi dengan konsep kita, berbagi sekaligus ingin mengajarkan bahwa rewards didapatkan atas usaha kita. Sal yang berbagi bukan sebaliknya, bersyukur atas rezeki yang diberikan.

It’s not just a party ! Bagikan makna nya

Ide ketiga adalah menerapkan self-service dan jaga kebersihan, tapi yang ini failed (gagal) karena pas acara udah terlalu crowded, dan seperti biasa kita tidak bisa mengontrol acara sepenuhnya, banyak pihak lain yang membantu tapi lupa kita briefing untuk ide ini. Awalnya saya ingin tamu yang datang diberi pengumuman bahwa snack dan minuman yang kita bagikan di piring dan gelas kertas dengan cara antri. Kemudian piring dan gelas kertas tersebut bisa ditukar dengan bingkisan di akhir acara.

Kita akan menyiapkan kantong plastik besar untuk menyimpannya. Tapi ya apa daya itu hanya menjadi sebuah konsep, bahkan ga tau juga itu piring dan gelas tinggal berapa haha. Tidak masalah sih kalau dibawa tapi kita takutnya dibuang sembarangan. Dan yang paling sedih adalah konsep untuk mengajarkan jaga lingkungan dan self-service pada anak kecil itu gagal :(.

Budgeting (Anggarkan biaya secara detail)

Sebelum menentukan konsep, saya sempat galau mengenai lokasi ulang tahun. Hal ini berkaitan dengan anggaran biaya yang akan dikeluarkan. Sebagai Ibu dengan basic economy tentunya saya selalu memperhitungkan cost and benefit yang terbaik hehehe. Saya sempat mencoba perhitungan jika ulang tahun diadakan di restoran siap saji. Harga nya lumayan murah juga karena kita bisa menentukan paket makanan apa yang akan dibagikan plus kita tidak perlu repor-repot menyiapkan bingkisan.

Selain itu, jika kita merayakan pesta ulang tahun di restoran siap saji, kita tidak perlu repot mempersiapkan dekor dan isi acara, karena biasanya akan ada acara hiburan seperti badut. Tapi setelah saya cari review ternyata harga tersebut belum termasuk kue, dekor seadanya, dan tempat yang sempit. Oleh karena itu saya memutuskan untuk mengadakan acara di rumah dengan dekor yang bisa dimodifikasi plus acara yang bisa melibatkan tamu undangan.

Sebelum saya membeli semua persiapan acara, saya sudah membuat perhitungan budget (anggaran) terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan agar kita tidak mengeluarkan biaya secara berlebihan dan tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan. Saya sudah membuat template budget tersebut dalam format excel yang bisa didownload di sini.

Baca juga :

Tips menghemat pengeluaran untuk acara ulang tahun

  • Breakdown keperluan acara secara detail
  • List kebutuhan yang akan dibeli lengkap dengan kuantiti (jumlah yang diperlukan)
  • Survey harga terlebih dahulu
  • Perhitungkan biaya lain-lain seperti ongkos kirim atau ongkos perjalanan saat membeli kebutuhan
  • Persiapkan minimal H-1 bulan. Agar bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan lebih murah.
  • Konsistensi konsep, jangan sampai tidak fokus pada konsep utama. Hal ini akan memicu keborosan dalam membeli keperluan.

Untuk tips yang lebih jelas bisa dibaca juga :

Tips menghemat biaya ulang tahun anak

Makna Ulang Tahun bagi Anak

Mungkin sebagai orangtua, bisa saja kita memaksakan semua kehendak kita dengan alasan untuk kebahagiaan anak. Namun hal itu seharusnya tidak terjadi, kita harus mengontrol ego kita sebagai orangtua dan kembali fokus pada apa yang dibutuhkan anak.

Acara ulang tahun pertama Sal ini menjadi challenge bagi saya dan suami dalam menerapkan pola parenting. Setiap tahap persiapan saya pikirkan matang-matang. Awalnya saya ingin ada mini playground agar Sal bisa bermain dengan sepupu yang seumurannya saat acara berlangsung. Niat saya ingin membawa parklon (baby fence) punya Sal ke Bandung lengkap dengan bola-bola plastik, buku, mainan motorik, playmate dan sebagainya. Tapi apa daya persiapan pergi menuju Bandung aja sudah menguras tenaga.

Rencana itupun gagal karena mobil sudah penuh dengan kebutuhan dekor dan bingkisan. Saya dan Sal duduk dibagian tengah mobil agar Sal bisa tidur diperjalanan dengan nyaman. Jakarta-Bandung memakan waktu 7 jam. Kita pergi Jumat jam 21.30 dan sampai Bandung Sabtu jam 04.30. Hari sebelumnya Sal agak rewel dari pagi sampai kita berangkatpun dia masih mau terus digendong. Sampai Bandung jam 04.30, tidur dan jam 7.00 sudah persiapan tiup balon dan dekor. Banyak keluarga yang membantu tapi tetap kita harus jadi pemegang konsepnya, kalau tidak sia-sia persiapannya hehehe.

Konsistensi Prinsip

Tingkat keberhasilan acara ini menurut saya cuma 40%. Sebagai orangtua saya merasa kurang konsisten dengan prinsip. Saya ingin apapun kegiatan atau tujuan hidup yang kami lakukan itu ya untuk kebaikan kita paling utama bukan untuk dipandang oranglain. Niat saya mentolerir diri dengan melaksanakan acara ulang tahun tujuannya agar Sal bisa bersosialisasi dan aktif. Nyatanya Sal nangis ga berhenti saat acara mulai, karena Sal tidur siangnya kurang plus dia ga suka ramai tiba-tiba. Kalau udah crowded kan orang-orang tambah rame, sedangkan kita sebagai orangtua maunya Sal tenang dulu. Foto keluarga pun ga dapat, selesai acara dekor semua sudah berantakan karena balon dan hiasan tentunya udah jadi rebutan anak kecil.

Mungkin bagi sebagian orang prinsip saya ini agak lebay, “anaknya kan masih bayi mana ngerti.” Iya justru karena dia masih bayi harusnya tidak ada party. Saya menanamkan apapun itu nilai positif bagi Sal semenjak dia bayi, semenjak dia lahir. Apapun kata orang, saya yakin anak itu terbentuk dari orangtuanya, dan masa pertumbuhan dia dimulai dari bayi itu sangat cepat menyerap apapun yang dia lihat dan dia rasa.

Begitulah curhatan saya kali ini, hahahaha. Awalnya berbagi tips jadi curhat ya. Untuk tips-tips detailnya bisa diklik link-link di atas ya. Jadi orang tua itu berat apalagi antimainstream. Saat orangtua lain mewujudkan, membelikan, membuat apapun untuk anaknya apalagi anak pertama, Saya dan suami malah mengontrol agar Sal punya tujuan hidup dan nilai-nilai hidup semenjak bayi. Bukan tidak sayang, justru karena sayang. Saya takut Sal menjadi seseorang yang lupa akan tujuan hidupnya, lupa akan Tuhannya. Sal adalah doa saya dan suami, Salahuddin, doa kami agar Sal bisa tumbuh sederhana, empati, pemimpin (mulai dari memimpin dirinya sendiri, dan yang utama adalah Faith to Allah SWT seperti Salahuddin Al Ayyubi.

Selamat atas satu tahun pertamanya Sal.

Please follow and like us:
Coffee addict, Thinker, try to be human Reach me at contact.me@saraswatisepti.com or saraswatisepti@gmail.com Lets share our stories

One thought on “Ulang Tahun Anak di Rumah – Prinsip Parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate ยป