Cara mengatasi panic attack saat deadline

Cara mengatasi panic attack

Cara mengatasi panic attack saat deadline

Cara mengatasi Panic attack saat banyak deadline ? susah tidur, sulit fokus dan seperti sesak, saya sering merasakan itu hehehe. Setelah saya memutuskan untuk kuliah lagi dengan mengambi S2 magister bisnis konsentrasi entrepreneurship, deadline merupakan sesuatu hal yang biasa. Tugas kuliah, presentasi, kerja kelompok, deadline business progress semua jadi rutinitas setiap minggunya. Belum lagi saya harus berbagi fokus ke anak, setiap subuh saya siapkan semua makanan anak untuk 3 kali makan plus menyiapkan bekal makan siang saya dan suami. Tapi kali ini ada perasaan yang berbeda dalam menghadapi semua aktivitas itu, panic attack.

Baca juga : SBM ITB JAKARTA – TES ADMINISTRASI

Dulu waktu saya kerja, kerja sampai larut malam, tidak tidur atau bahkan kerja sampai weekend sudah biasa bagi saya. Paling mentok-mentok saya sulit tidur karena otak tidak berhenti berpikir hehe (kalau ini udah bawaan lahir). Namun kali ini saya sering merasakan panik yang membuat sesak, blank dan tidak tau mau mulai dari mana. Tapi karena selama beberapa tahun ke belakang ini saya selalu mempelajari diri sendiri, how to deal with my self, how to care about my self jadi saya tau beberapa trick cara mengatasi panic attack. Berikut tips dari saya :

Cara mengatasi panic attack :

Do’s : Take a breath, give yourself to break the time.

  • Think what the most you love to do : Mendengarkan musik, nonton youtube, cerita ke orang mengenai apa yang sedang dirasakan saat itu, scroll media social yang buat mood kamu bagus, and the most important thing while you do it is the mindset “it’s okay to let the time go on as it should while you take a break”. Beberapa menit tidak akan menghancurkan hidupmu karena deadline. Berhenti sebentar lebih baik untuk pikiran yang sehat dibanding terus memaksakan melakukan sesuatu dengan hasil yang tidak baik.
  • Make a priority list : Membuat list dari semua deadline yang ada, time schedule, pilih mana yang kira-kira membutuhkan fokus lebih besar terlebih dahulu dan buat time schedule yang masuk akal. Kebiasaaan ini selalu saya lakukan semenjak kuliah S1, saya akan buat priority list untuk semua kegiatan. Namun sekarang berbeda, dulu saya lebih perfeksionis dengan prinsip bahwa time schedule atas priority list yang telah dibuat harus saya capai dengan sempurna. Hasil yang sempurna selalu saya harapkan, itu sangat memberikan dampak buruk bagi saya di jangka panjang. “You had done something great, believe that you had given maximum effort, the process is more valuable than the result.”Pikirkan hal apa yang telah kamu pelajari selama proses itu, walaupun hasilnya kurang memuaskan. Kamu sudah menambah satu poin untuk hidup kamu ke depan , mengenal diri kamu lebih baik dan bisa mengendalikan pikiran diri sendiri.

Mengatasi panic attack : The important trick

  • Focus on yourself, do not compare with the others : Setiap saya mau fokus untuk melakukan sesuatu, saya akan menutup mata terhadap sekitar. Tidak melihat teman, tidak melihat apa yang sedang trending dibahas, tidak melihat teman progressnya sudah sampai mana, dan yang paling penting adalah “I do this for myself, the process and the result is for my longterm wellbeing, appreciate every little thing that I’ve done.” Saya sudah terbiasa tidak takut akan pandangan bahwa saya kurang bersosialisasi, tidak punya teman, sulit berteman, ataupun judgement orang. Walaupun terus belajar untuk menghadapi hal ini, tapi saya sudah merasakan hasilnya, hidup saya lebih damai, tidak fokus pada pengakuan orang lain.

Don’t s : control the other, think its about compete with the other and want be the best. PLEASE JUST DON’T DO IT ALL !!! You live for yourself.

  • Regurally updated what the others are done. Jangan sering-sering liat story orang lain di instagram, kalaupun terpaksa pikirkan bahwa hidup itu untuk diri kita sendiri.
  • Think that others have same goals. Sikap bodo amat emang sangat penting, bodo amat deh dengan yang lain, tujuan mereka beda. Fokus pada tujuan apa yang hendak kita capai, setiap orang akan mengalami fase yang berbeda dalam setiap hidupnya. Saya bukan mereka.
  • Do something for the good of others. Jangan pernah berpikir hidup untuk berkompetisi, yakinlah memikirkan orang lain itu tidak akan ada ujungnya. Hidup hanya sekali, kita sudah punya tujuan hidup, nikmati saja waktu yang diberikan dengan melakukan apapun untuk hasil yang baik bagi diri sendiri bukan untuk pengakuan orang lain. Sekali lagi ini bukan egois, karena tidak ada orang lain yang dirugikan.

Pengalaman saya saat panic attack

Beberapa minggu lalu, saya dihadapkan dengan beberapa deadline Final Exam yang paling saya takutkan adalah deadline pitching business. Akhirnya saya mengerjakan Final Exam yang tidak membutuhkan fokus terlalu besar dalam dua hari, dan menempatkan Final Exam yang bisa dibagi bebannya dengan kelompok di akhir. Saya fokus pada pitching business, saya tutup mata terhadap progress teman sekelas yang lain. Saya hanya buka media sosial untuk istirahat, dan membuka konten-konten lucu. Bahkan saya sempat nonton film dulu dengan genre yang ringan, saya hanya balas chat yang ingin saya balas saja. It’s okay to focus on yourself, it’s not selfish. Hasilnya ? alhamdulillah saya bersyukur atas hasilnya, banyak ilmu yang saya pelajari selama mengerjakannya, walaupun saya tidak bisa tidur saat malam sebelumnya hehe.

Baca juga : Tips membuat surat pernyataan tujuan tes masuk S2

The conclusion

Saat panic attack terjadi, mungkin belum tentu mudah untuk melakukan semua yang saya sarankan. Cara mengatasi panic attack tersebut adalah teruslah mengenal diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan berhentilah sejenak merasakan waktu, take a deep breath. Tenangkan diri lalu lanjutkan apa yang sedang dilakukan saat semua kembali tenang. Oh ya ada tips lain untuk menghadapi panic attack saat bertemu orang lain atau presentasi depan orang lain. Pikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu, misal 15 menit presentasi. Pikirkan 15 menit itu cepat dibandingkan semua waktu yang kita habiskan untuk mengerjakan presentasi itu. Apapun hasilnya, 15 menit yang berjalan akan menjadi tambahan cerita dan pelajaran atas apa yang kita lakukan sebelumnya. Waktu tidak akan berhenti, 15 menit itu akan terlewati. Everything will be okay and you are the great for yourself.

Please follow and like us:
MBA-Entrepreneurship Student Coffee addict, Thinker, try to be human Reach me at contact.me@saraswatisepti.com or saraswatisepti@gmail.com Lets share our stories

2 thoughts on “Cara mengatasi panic attack saat deadline

  1. Nemu blog yang lagi pas banget kondisinya. Hi mbak Septi kebetulan nama kita sama. Makasih blog sebelumnya yg tentang resign. Kebetulan Oktober tahun lalu baru resign, dan mau S2 juga dan baru punya anak bayi juga. Salam kenal ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate ┬╗