Kuliah SBM ITB Jakarta

Kuliah SBM ITB Jakarta

Kuliah SBM ITB Jakarta

Kuliah SBM ITB Jakarta. Juli 2020, tidak terasa saya sudah kuliah di SBM ITB Jakarta selama 6 bulan. Saya ambil yang Januari in-take, kalau ga salah mulai perkuliahan itu di 13. Januari 2020. Untuk tata cara dan tes masuk SBM ITB Jakarta sudah saya bahas dipostingan lain. Sebelumnya saya menghadiri prosesi penerimaan Mahasiswa baru tanggal 9 Januari 2020 di Sabuga Bandung dan dilanjut acara untuk mahasiswa SBM ITB Jakarta di Intercontinental Bandung.

Saya mengambil jurusan MBA-Entrepreneurship, karena memang niat saya ingin fokus bisnis dan belum berniat lagi kerja kantoran hehe. Ada beberapa penjurusan untuk MBA di SBM ITB Jakarta, General MBA, Entrepreneurship MBA, Business Leader Executive MBA, Energi Executive MBA dan Strategic Executive Marketing MBA. Untuk lengkap dan detailnya bisa cek langsung di sini.

Baca juga : SBM ITB Jakarta-Tes administrasi

MBA Entrepreunership SBM-ITB Jakarta

Awalnya saya mempertimbangkan untuk ambil S2 Managemen Keuangan di UI (biar bisa ikut LPDP hehe) dan SBM-ITB Jakarta ini (tapi tidak bisa ikut LPDP karena kampusnya tidak berada di lokasi asal). Dengan pertimbangan niat awal saya ambil S2, untuk berbisnis, akhirnya saya memilih kuliah di SBM ITB Jakarta dan mengambil MBA Entrepreneurship karena course yang ditawarkan cukup menarik. Walaupun biayanya sangat mahal, tapi alhamdulillah ada rezekinya. Oh ya untuk SBM ITB sendiri bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris baik lisan ataupun tertulis.

Di MBA Entrepreneurship kita akan menempuh kuliah selama 3 semester panjang dan 1 semester pendek dengan total SKS 38 credit. Artinya kita harus lulus dalam jangka waktu 18 bulan, kalau kita lewat 18 bulan nanti akan ada biaya penaltinya. Jadi kebayangkan kuliahnya akan padat banget karena ngejar 18 bulan hehe. Khusus untuk MBA Entrepreneurship ini kita difokuskan dalam 2 hal, membuat bisnis plus akademis itu sendiri. Tes wawancara pun kita akan diminta mempresentasikan business plan baik bisnis yang sudah ada ataupun yang akan dimulai. Ini salah satu yang membuat saya agak terguncang di awal semester hehe.

Course untuk MBA Entrepreneurship

Course yang ditawarkan selama kuliah berfokus pada 4 hal yaitu, Business Inititation, Business Management Skill, Planning Entrepreneurial Modeling dan yang terakhir adalah Running Business Startup and Modelling. Berikut untuk course lengkapnya.

Di semester awal, kita ada 4 mata kuliah yang harus diambil. Oh ya untuk program coursenya sendiri sudah paket ya, jadi sampai lulus memang seperti itu urutannya. Mata kuliah tersebut adalah Marketing Management, Operation Management, Business Initiation dan Knowledge Management for Innovation. Seperti yang bisa dilihat dari struktur course di atas ada beberapa yang ditandai dengan P, yaitu Business Initiation, New Venture Management dan Business Growth Management. Ketiga course tersebut adalah focus kita sebagai mahasiswa entrepreneurship.

Baca juga : Tips Membuat Surat Pernyataan Tujuan S2

Perkuliahan di Semester awal

Perkuliahan di awal semester berlangsung sekitar 4 bulan, artinya di akhir bulan April kita sudah UAS. Jadwal perkuliahannya seperti apa? oh jangan ditanya, sangat padat, bahkan kalau kita tidak saling menguatkan akan cape sendiri hehe. Kuliah baru 1 sampai 2 bulan saja rasanya sudah kenal lama dengan teman sekelas apalagi yang sekelompok, saking seringnya berinteraksi. Kita kuliah di hari Senin jam 08.00 sampai jam 11 an (Marketing Management), kemudian kuliah lagi hari Selasa jam 13.00 – 16.00 (Operating Management) dan hari terakhir adalah Rabu pukul 08.00-11.00 (Business Initiation) dan pukul 13.00-16.00 untuk Knowledge Management.

Sistem perkuliahannya itu selalu ada pembagian kelompok, dan biasanya kita harus baca materi sebelum kelas. Selain ada kuis dadakan, dosen expect kita udah baca materi jadi pas di kelas sudah bisa langsung diskusi atau ditanya. Jam masuk nya pun ga boleh telat, misal jam 8 pagi, kita harus teng udah ada di kelas, kalau ngga, ada beberapa dosen yang suka marah kalau kita telat. Sistem absennya pun menggunakan face recognition di device yang disediakan oleh pihak SBM di tiap kelasnya. Oh ya 1 mata kuliah akan ada LOC yang akan menjadi penjembatan antara dosen dan mahasiswa, LOC sendiri ditunjuk oleh pihak admin akademik.

Materi yang Diajarkan di Semester Awal

Saya akan mencoba memberi gambaran tentang materi mata kuliahnya, untuk yang S1 nya Ekonomi mungkin beberapa materi sudah familiar tapi untuk yang berasal dari non-Ekonomi harus sedikit menyesuaikan. Pertama adalah Marketing Management, mata kuliah ini membahas mengenai stratgi marketing dalam bisnis, kita akan membahas case-case beberapa perusahaan internasional ataupun case dari Harvard Business Review. Untuk dosennya sendiri, beliau-beliau adalah orang yang sudah ahli di materi ini bahkan secara practical, ada Pak Shandy Widyasthana dan Ibu Susanti Rachman (Top Level Management di Telkom Group), dan Pak Satya.

Mata kuliah yang kedua adalah Operating Management, sekali lagi kalau anak Ekonomi sudah tidak asing dengan materi ini. Di mulai dari proses operasi perusahaan, supply chain management, dan satu yang membedakan adalah Project Management. Mungkin di S1 tidak membahas materi project management, dimana materi ini mengarah pada topic pengelolaan suatu project (operasi dalam jangka waktu tertentu) berbeda dengan operasi perusahaan yang dalam jangka waktu lama. Oh ya, setiap mata kuliah pasti ada tugas kelompok dan presentasi, jadi di SBM ini selain belajar dari text book, kita bakal banyak baca jurnal ataupun case terutama dari HBR. Dosennya sendiri ada pak Adirizal (Mantan Technical Director yang mempunyai pengalaman 30 tahun di operasi manufactur – Toyota) dan Pak Aries Firman yang ahli di bidang Project Management.

Dua mata kuliah lain di Semester Awal

Mata kuliah yang ketiga adalah Business Initiation, ini adalah course utama untuk entrepreneurship. Di kuliah ini kita mulai dituntuk merumuskan ide bisnis, dengan tools entrepeneurial yang dianjurkan. Kita harus memvalidasi ide bisnis kita, tiap minggu akan diminta progress perkembangannya yang di akhir semester akan dipresentasikan. Selain kuliah di kelas kita juga mendapat 1 orang mentor yang membantu kita dalam progress ide bisnisnya. Mentor tersebut berasal dari luar kampus yang berpengalaman di bidang entrepreneur (founder) ataupun yang berpengalaman di start-up. Untuk detail cerita kuliah ini mungkin di bagian postingan lain ya hehe atau bisa tanya langsung di komen or email saya.

Yang terakhir adalah Knowledge Management. Kuliah ini memberikan materi mengenai bagaimana knwoledge dalam sebuat perusahaan dikelola. Misal dari mulai culture, human capital employee, proses business yang di dokumentasikan secara tertulis. Saat kuliah Knowledge Management kita diminta untuk menganalisis knowledge management di sebuah startup. Sehingga kita pun harus mewawancarai sebuah start up dan memberikan masukan yang akan dipresentasikan di kelas. Oh ya di SBM ITB selalu diusahakan ada Guest Lecture, dulu kita kedatangan Founder Alami Sharia, Mas Dima, kemudian ada beberapa guest lecture lain.

Perkuliahan Semester Pendek

Awal Juni 2020, perkuliahan semester pendek di mulai. Ada dua mata kuliah di semester ini yaitu Business Economic dan People in Organization. Untuk jadwal kuliahnya sendiri adalah Senin pukul 08.00 – 15.30 untuk Business Economics dan Rabu 08.00-15.30 untuk People in Organization. Cukup padat dan sangat lama kan ? hahaha. Karena semester ini hanya berlangsung 2 bulan, jadi kuliahnya sangat padat, sehari bisa break 3 kali. Bobot perkuliahanny pun sama kaya semester panjang, tetap ada tugas kelompok, bahas case, presentasi case bahkan buat summary sebelum masuk kelas.

Walaupun kita kuliah online dari pertengahan Maret karena Covid-19, tapi beban kuliahnya sama saja. Bahkan kita tetap intens berkomunikasi dengan teman sekelas untuk mengerjakan tugas kelompok. Untuk ujian pun seperti itu, mid-term exam ataupun final exam tetap dilakukan online, bahkan presentasi tugas, diskusi, dan ujian group juga online. Jumlah mata kuliahnya memang hanya 2 saja untuk semester pendek namun rasanya seperti kuliah di semester biasa. Di Business Economics kita belajar micro dan macro economy, belajar mengenai perilaku individu dalam supply dan deman di market dan belajar mengenai efek dari ekonomi negara secara keseluruhan. Salah satu dosen yang mengajar adalah Pak Andy Do, beliau adalah senior advisor di world bank dan salah satu pemiliki franchise fast food yang besar di Indonesia.

Untuk People in Organization, kita belajar mengenai karakteristik manusia dalam organisasi. Dimulai dari bagaimana memberikan influence kepada orang lain, leadership, beraliansi dengan orang lain sampai self-management. Selain itu kita juga belajar mengenai Human Resource dalam perusahaan. Kedua mata kuliah di semester pendek ini juga tetap sama dengan mata kuliah lain, yaitu membahas case terutama dari Harvard Business Review dan mempresentasikannya secara kelompok.

Kesimpulan dan tanggapan pribadi

Kuliah di SBM ITB memang berat, selain biaya yang cukup mahal yaitu 95jt rupiah untuk MBA Entrepreneurship dan General, ritme kuliahnya pun padat. Kita dituntut untuk lebih banyak belajar secara individual dibandingkan mendapat materi dikelas. Selain itu kita dituntut bisa mengatur waktu dan kerjasama dalam kelompok dalam waktu yang padat. Padahal karakter dari setiap orang berbeda, apalagi dengan background keilmuan yang berbeda.

Berkaitan dengan business, karena kita mengambil Entrepreneurship, kita harus membagi fokus dengan hal ini. Tugas akhir kita adalah mempresentasikan bisnis kita, dimulai dari inisiasi bisnis, bagaimana eksekusinya dan business growth nya. Saya sendiri merasa agak kewalahan, karena mindset yang berubah-ubah. Di kuliah Business Initiation saya dituntut merumuskan ide bisnis dengan tools untuk start-up. Namun kadang ada pembahasan it’s okay, kalau cuma SME. Selain itu fokus ke akademis dengan segala beban dan padatnya membuat bisnis tidak jalan. Di sisi lain saya merasa niat awal berbisnis jadi sibuk fokus akademis.

Kuliah online di SBM ITB Jakarta karena covid-19 membuat fokus bisnis pun berkurang. Saya merasa kuliah ini tidak mendapat sense nya jika niat saya untuk menjadi entrepreneur. Namun cara perkuliahan yang diprovide SBM-ITB pun cukup professional dan mudah sehingga kuliah tetap lancar. Saya harus mulai membuat skala prioritas dan management waktu yang baik agar bisnis saya segera berjalan. Untuk teman-teman yang sedang mempertimbangkan ambil S2, SBM-ITB Jakarta sangat recommended ko, dari culture dan cara perkuliahannya hingga dosen yang mengajarnya. Kalau ada yang mau ditanyakan atau mungkin sharing pengalaman boleh langsung komen ya.

Semoga membantu informasinya, Keep Positive and Healthy !

Please follow and like us:
MBA-Entrepreneurship Student Coffee addict, Thinker, try to be human Reach me at contact.me@saraswatisepti.com or saraswatisepti@gmail.com Lets share our stories

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate »