Biaya Liburan di Lombok, Holiday Resort Senggigi

Biaya Liburan
Uncategorized

Biaya Liburan di Lombok, Holiday Resort Senggigi

Biaya liburan merupakan hal yang paling sering dipertimbangkan saat kita akan pergi berlibur, terutama bagi traveller-traveller yang lebih suka pergi berlibur secara backpacker atau tanpa agen travel. Saya dan suami termasuk tipe traveller yang suka dengan cara backpacker. Dulu kita pergi ke Korea Selatan dengan rencana dan budget seadanya, kita liburan disana hanya dengan mengandalkan pusat informasi turis disana dan public transportation yang mudah diakses. Liburan ke Korea ini pernah saya bahas diblog ini walaupun belum tuntas semuanya, biasa mager heheehe. Oh ya kita paling suka pergi liburan ke pantai, terutama pantai yang masih asri dan sepi. Pahawang dan Tanjung Bira adalah tempat yang pernah kita kunjungi dengan budget yang selalu kita sesuaikan. Nah kali ini saya akan mencoba membahas biaya liburan kita di Lombok pada April 2018 kemarin. Liburan ini bersifat mendadak sebenarnya, kebetulan ada rezeki yang tidak terduga dan suami yang lagi mumet kerjaan jadi akhirnya kita pergi berlibur dengan budget seadanya.

Pemilihan destinasi

Biasanya kita menentukan destinasi liburan dengan mempertimbangkan budget yang kita pegang. Waktu itu kita punya budget hanya sekitar Rp 7000.000. Pilihan kita waktu itu adalah pergi ke Singapore atau ke Lombok. Pertimbangan ke Singapore adalah karena saya belum pernah kesana dan kedua adalah Singapore tidak terlalu jauh dari Jakarta. Pilihan kedua adalah pergi ke Lombok, alasannya karena kita sangat menyukai pantai dan alasan lainnya adalah karena Lombok tidak terlalu rame, dibanding dengan Bali. Entah kenapa saya secara pribadi masih belum tertarik pergi ke Bali hehhehe. Selanjutnya adalah mempertimbangkan karakter liburan apa yang lagi pengen kita lakukan, kebetulan waktu saya lagi hamil 5 bulan, badan lebih gampang cape, jadi ga mungkin kita melakukan perjalanan yang membutuhkan banyak gerak atau jalan kaki. Akhirnya kita batal memilih Singapore karena setelah kita cek harga hotel di sana terbilang mahal, hotel dengan budget 1 juta permalam aja fasilitasnya biasa aja. Kemudian karena keadaan saya lagi hamil jadi tidak mungkin kita pergi berlibur dengan mengunjungi beberapa tempat, waktu itu saya sudah tidak kuat kalau banyak gerak hahaha suka sesak dan mual-mual di pagi, siang kadang malam hari juga. Daripada menyiksa diri ya, akhirnya kita cari alternatif lain. Akhirnya kita memilih Lombok untuk destinasi liburan kali ini, tepatnya kita memilih Senggigi karena kawasannya yang tidak terlalu ramai.

Perhitungan budget dan biaya yang diperlukan

Setelah menentukan pilihan tempat liburan, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya-biaya yang disesuaikan dengan budget. Saya coba akan memberikan rincian biaya dan pertimbangan atas biaya tersebut. Oh ya untuk liburan kali ini kita memilih hari biasa bukan weekend, karena kita suka suasana yang tidak terlalu rame dan biar biayanya ga terlalu mahal kalau weekday haha, harga tiket dan hotel biasanya lebih mahal di weekend :p .

1. Tiket Pesawat
Setiap pergi berlibur, saya dan suami pasti memilih pesawat dengan tiket yang tidak mahal tapi kualitasnya lumayan. Rasanya pengen pakai maskapai nasional yang agak mahal itu, tapi karena budget tidak sesuai dan masih bisa maskapai yang sudah memenuhi standar kenyamanan, kenapa tidak memilih yang low cost but still comfortable ? biasa anak ekonomi, selalu memikirkan cost and benefitnya hahaha. Waktu itu kita pergi di hari Senin dan pulang hari Rabu atau kita pergi tanggal 23 April 2018 dan pulang tanggal 25 April 2018. Waktu pilih tiket pesawat pun saya sangat perhitungan, saya bandingkan semua harga dibeberapa platform penjualan tiket, dari mulai harga tiket, potongan harga serta promo paket hotel dan tiket pesawat. Proses pembelian tiket ini cukup lumayan lama, karena saya juga sambil menghitung biaya penginapan dengan pemilihan hotel yang mempunyai fasilitas lengkap. Untuk pemilihan hotel ini juga saya bandingkan disemua platform booking hotel sampai harga diwebsite resminya.

Kebayangkan ribet dan lama nya seperti apa saat pemilihan tiket pesawat ini. Ada beberapa platform agen liburan yang menawarkan paket tiket pesawat dan hotel dengan harga yang terlihat lebih “murah”. Saya sempat tergiur, namun karena memang basic saya anak ekonomi jadi saya selalu mencari rincian data secara lengkap, saya pikir apakah dengan membeli paket itu akan lebih murah atau hanya strategi marketing platform agen liburan tersebut? hehehe. Akhirnya setelah saya mencari data, saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat terpisah dari hotel. Saya memutuskan untuk membeli tiket citilink untuk kepergian ke Lombok dan Batik Air untuk kepulangan ke Jakarta. Kenapa citilink ? karena harga lebih murah dari Garuda, plus kita masih dapat snack waktu itu dengan pelayanan yang cukup lumayan. Kemudian kenapa Batik Air, karena Batik Air standarnya juga lumayan dan tidak seburuk maskapai teman satu grupnya yang 90% selalu delay. hehehe

Untuk harga tiket sendiri kita dapat cukup murah, tiket citilink dengan jadwal keberangkatan 5.45 wib dan tiba 09.05 wita dengan harga Rp 1.092.000 untuk dua orang dengan keberangkatan dari Halim Perdana Kusuma. Sedangkan untuk tiket kepulangan dengan Batik Air di jadwal keberangkatan 14.15 wita dan tiba di Cengkareng 15.15 wib dengan harga Rp 1.130.000 untuk dua orang. Semua penerbangan yang kita pilih adalah penerbangan langsung, jadi kita bisa memaksimalkan liburan dengan waktu yang singkat yaitu 3 hari.

2. Penentuan lokasi penginapan

Setiap pergi liburan, saya dan Chandra selalu mencoba menikmati perjalanan atau liburan itu sendiri dengan mencoba aktivitas-aktivitas di luar penginapan. Kita pikir, penginapan cukup hanya untuk tempat istirahat yang nyaman, sisanya kita harus menghabiskan waktu diluar dengan memaksimalkan waktu yang ada. Misal saat ke Korea, kita jalan dari pagi sampai malam, keluar dari apartment, berjalan kaki, memakai public transport, mengunjungi beberapa tempat sampai kaki lecet. Saat ke Tanjung Bira pun begitu, kita pergi snorkling, sebrang pulau, walaupun kita harus sewa perahu dan banana boat hanya untuk berdua saja hahaha, malam nya kita mencari tempat makan seafood walaupun agak jauh dari penginapan. Liburan kali ini beda, saya hanya ingin menikmati semua fasilitas di hotel, seperti berenang,, foto-foto, main dipinggir pantai, dan tujuan paling utama adalah foto-foto ala babymoon 😜 . Memilih hotel agak sulit karena kita mencari hotel dengan fasilitas dan view yang bagus, kita cari hotel dengan kolam renang yang bagus dan langsung dipinggir pantai. Biasanya orang akan memilih Gili saat pergi ke Lombok, tapi karena saya ingin tempat yang sepi dan malas nyebrang-nyebrang pakai Kapal akhirnya saya pilih Senggigi. Hotel disini lebih banyak dengan konsep resort, sehingga harganya agak lumayan. Pilihan kita itu antara Holiday Resort Lombok dan Sheraton Lombok. Untuk Sheraton, hotel sudah termasuk bintang 5 sedangkan Holiday Resort Lombok hanya bintang 4. Sebenarnya masih banyak hotel lain di Senggigi seperti Katamaran atau Jayakarta, tapi harga nya mahal dan tidak sesuai keinginan kita untuk fasilitas dan viewnya.

Awalnya kita lebih cenderung memilih Sheraton Hotel, selain karena bintang 5 fasilitasnya tidak beda jauh dengan Holiday Resort Lombok namun dengan harga yang lebih mahal. Setelah kita baca beberapa review, ternyata Sheraton kamar nya masih bangunan tua. Akhirnya kita ragu untuk memilih Sheraton. Kita mencoba untuk melihat review dari Holiday Resort Lombok, dan setelah kita pertimbangkan tenyata lebih worthed kalau kita menginap di Holiday Resort. Viewnya yang bagus, kolam renang yang besar, model room seperti resort, resto yang menarik karena viewnya langsung pantai, konsep hotel yang menarik yaitu pantai dan kebun, akses ke pantai sangat mudah karena kita tinggal turun dari hotel, dan tentunya harga kamar yang masuk budget hehehe. Di holiday resort kita dapat kamar Ocean View King Bed include tax untuk 3 hari 2 malam seharga Rp 2.350.000. Rasanya puas banget liburan disini, kita ga perlu keluar hotel untuk menghabiskan liburan, sangat recommended dan ingin balik lagi menginap disini.

Biaya Liburan
Holiday Resort Lombok – Pool View
Biaya Liburan
Holiday Resort Lombok – Bathroom
Biaya Liburan
Holiday Resort Lombok – Room Ocean View

Untuk foto dan review lengkap kamar dan hotel akan saya bahas dipostingan selanjutnya yaa.

3. Transportasi Rumah-Bandara-Hotel-Lombok-Hotel-Bandara-Rumah

Untuk transportasi dari rumah ke Bandara Halim kita menggunakan transportasi online dengan biaya sekitar 80rb dari rumah kita di Palmerah, begitu juga dengan perjalanan dari Cengkareng ke rumah kita menggunakan jasa transportasi online sekitar 140rb. Nah ada cerita yang sangat menyebalkan ketika kita pulang dari Lombok. Saat tiba di Cengkareng, kita memutuskan untuk order transportasi online. Setelah order diterima kita menuju gerbang kedatangan namun driver transportasi online tersebut meminta untuk mengcancel orderan di aplikasi dengan alasan takut ada razia transportasi online, jadi nanti kita order tanpa aplikasi dengan harga yang sesuai aplikasi. Setelah lama menunggu, saya sempat kesal dan berpikir untuk naik bus. Akhirnya drivernya datang dan ternyata seorang ibu-ibu. Pertama kita masuk mobil pun saya sudah tidak senang karena cara bicaranya yang tidak kontrol dan menodong kita dengan bilang nanti bayarnya dilebihin ya, karena macet nih. Saya kesal dan cek maps, saya bilang tidak macet kalau lewat lingkar luar.

Singkat cerita, keluar dari gerbang bandara dia langsung minta putar balik bentar untuk isi bensin. Selama di jalan dia terus berkomunikasi dengan teman-temannya di grup whatsapp saling mengirim pesan audio. Saat itu saya sangat kesal, karena dia yang mengatur tarif, dia yang atur jalan, dia main hape, berisik, dan dia hanya berbicara dengan Chandra. Bukan merasa cemburu tapi saat kira sangat tidak sopan ketika ada orang lain tapi dia hanya mengajak lawan jenis yang bersama pasangannya, menurut agama saya pun itu kurang baik. Setelah lama diperjalanan, ternyata dia tidak lewat tol lingkar luar karena dia menjauh dari jalur tol lingkar luar yang akhirnya kita terjebak macet di tol dalam kota. Pas kita pulang memang sudah masuk jam pulang kerja, tapi saya sudah cek kita bisa lebih cepat lewat tol lingkar luar, dan satu lagi di bandara sebenarnya tidak ada razia transportasi online, karena Chandra pun yang kerjanya di bandara kadang pulang menggunakan transportasi online.

Sampai di rumah, sang ibu driver kembali mengoceh dan menagih uang sekitar 160rb, tapi chandra sudah kesal dan hanya membayar 140rb dengan agak marah. Saya turun duluan karena sudah malas sama ibu-ibu itu, saya pun berniat akan melaporkan ke pihak aplikasi karena plat nomor dia berbeda, nodong tarif, tidak mau pakai tarif, dan yang paling menyebalkan dia itu ada komunitasnya, dan selalu melakukan kecurangan seperti itu. Komunitasnya itu sangat rapi, mereka berkomunikasi dalam grup whatsapp, saling memberi kabar keadaaan jalan, saling berkirim pesan audio saat menyetir, intinya sangat menyebalkan. Akhirnya sampai sekarang saya belum melaporkan kejadian itu karena saat itu sudah cape dan saya pun malas marah-marah karena sedang hamil. Semoga orang-orang seperti mereka bisa mencari rezeky yang lebih berkah, aamiin.

 

Oke itu hanya selingan cerita, selanjutnya saya akan membahas biaya transportasi selama di Lombok. Awalnya saya ingin menyewa mobil disana tanpa sopir, kita bisa mengexplore Lombok lebih mudah karena berdasarkan pengalaman saya dan Chandra, kalau kita liburan di Indonesia apalagi di daerah yang tidak seramai Jakarta, transportasi publik sangat sulit dan akan memakan banyak biaya, jadi kita memutuskan untuk menyewa mobil tanpa sopir. Setelah saya searching info rental mobil di Lombok, ternyata tidak ada yang menyewakan mobil tanpa sopir, karena banyak kejadian mobilnya dibawa kabur. Kita pun memutuskan untuk tidak jalan-jalan selain di daerah hotel penginapan kita di Senggigi. Alternatif transportasi lain dari bandara ke Senggigi adalah menggunakan taksi atau damri. Kalau pakai taksi biayanya itu sekitar Rp 75rb sampai 125rb menuju Mataram, kemudian berlanjut menggunakan damri dari Mataram ke Senggigi sekitar Rp 25rb per orang. Nah kalau pakai taksi langsung dari Bandara ke Hotel itu sekitar Rp 200rb. Ada juga alternatif lain yaitu menggunakan Damri dari Bandara ke Hotel namun memakan waktu lebih lama dan saya tidak tertarik karena sedang hamil, nanti malah mual dan ribet sama barang haha.

Setelah kita cari lagi informasi, ternyata ada alternatif transportasi lain yaitu dengan jasa penjemputan travel. Biaya nya sama seperti pakai taksi dari Bandara ke Hotel langsung atau Rp 100rb per org jadi total Rp 200rb per orang. Mobilnya pun pakai mobil Elf travel dengan space yang besar. Kekurangannya adalah kita akan dijemput dan satu mobil dengan penumpang lain. Saat kita tiba di Bandara Lombok, kita ditelpon untuk titik penjemputan, saat itu sudah ada dua penumpang lain yang juga suami istri, namun tujuan mereka adalah Gili, sedangkan kita menuju Senggigi. Pelayanan travel sangat bagus, respon komunikasi yang cepat, sopir yang ramah, sistem order yang rapi, mobil yang bersih dan luas. Saat diperjalanan pun kita diajak ngobrol dan diberikan penjelesan mengenai beberapa tempat yang kita lewati. Sebenarnya kita juga bisa berkeliling terlebih dahulu di Mataram namun karena ingin segera sampai hotel akhirnya kita pun langsung menuju hotel. Selain paket penjemputan, travel tersebut juga menyediakan paket lain dengan jenis mobil yang berbeda, Nanti saya lampirkan link website travelnya ya, saya sangat merekomendasikan travel ini. Oh ya saya juga sempat foto depan mobilnya pas sampai di hotel.

biaya liburan

BIaya LIburan di Lombok

https://www.lombokcartransport.com/tarif-sewa-mobil-lombok

 

Selanjutnya adalah biaya transportasi untuk jalan-jalan sekitar Senggigi. Awalnya kita akan sewa motor, namun karena SIM C Chandra udah expire akhirnya kita ga jadi sewa motor. Di hari kedua kita coba untuk keluar hotel dengan menggunakan taksi, awalnya tujuan kita adalah pasar seni Senggigi karena sudah searching info sebelumnya, kalau disana ada sate yang enak, dan ada beberapa tempat makan juga. Namun pas kita dalam taksi, drivernya selalu mengarahkan ke tempat penjualan oleh-oleh, mungkin agar jaraknya lebih jauh. Akhirnya kita ikutin arahan si driver dan sampailah di pusat oleh-oleh yang cukup besar. Kita disana hanya melihat-lihat dan membeli beberapa tshirt, harga disana juga agak mahal dan kita bukan tipe orang yang suka beli oleh-oleh juga. Intinya sih zonk hahaha. Biaya taksi itu sekitar 30-40rb kita lupa, nanti saya update lagi jarak dan nama toko oleh-oleh tersebut. Dari toko oleh-oleh tersebut, kita lanjut cari makan ke pasar seni Senggigi, karena terlihat sepi akhirnya kita tidak masuk ke pasar Seni tapi cari makan di sekitaran pasar seni, lagi-lagi kita zonk, karena menu nya biasa aja tapi harga nya lumayan dan kita makan pinggir jalan. Pas kita cek di pasar seni Senggigi ternyata lebih banyak resto dengan view pantai atau laut. Intinya jalan-jalan keluar hotel kali ini sangat zonk, harusnya kita tetap makan di Hotel atau cari review tempat lebih detail. Total biaya taksi pulang pergi waktu itu sekitar 100rb.

 

4. Biaya Makan 

Restaurant di Senggigi

Untuk biaya makan di Sengigi mungkin saya akan review lebih lengkap dipostingan selanjutnya. Di hari pertama kedatangan ke Hotel, saya dan Chandra makan di resto hotel, waktu itu restaurantnya sedang di renov, tapi untuk tempat makan di pinggir pantai masih bisa digunakan. Kita pesen ayam taliwang, milkshake, mineral water dan bebek goreng. Biaya makanan yang kita order itu sekitar 250-300rb dengan porsi yang disajikan cukup banyak ternyata, jadi pas lah sesuai harga. Untuk hari ke dua kita juga makan diresto ini dengan order iga bakar dan pizza. Saya sengaja hanya order 1 menu nasi karena belajar dari hari sebelumnya kalau 1 porsi aja sebenarnya sudah cukup untuk berdua haha totalnya sekitar 300-350rb. Semua makanannya enak dan sesuai dengan harga.

Ayam Taliwang Lombok
Ayam Taliwang
Bebek Goreng
Bebek Goreng at Holiday Resort Lombok
Ribs Grilled at Holiday Resort Lombok
Iga Bakar

 

Summary Biaya

Nah itu semua ringkasan biaya liburan kita di Lombok April 2018. Saya akan coba rangkum lagi ya biar lebih simple hehe :

Biaya Liburan Di Lombok

 

Segitu aja dulu untuk review biaya liburan di Lombok versi staycation di Hotel ya. Kalau ada yang mau ditanyakan boleh langsung dikomen ajaa atau kalau mau sharing soal biaya liburan di Lombok juga boleh langsung share yaaa. Di Postingan selanjutnya saya akan coba review mengenai hotel Holiday Resort Lombok dan destinasi disekitarnya yang kita kunjungi. Sorry kalau tulisannya masih bertele-tele hehehe, masih belajar menulis plus masih menyesuaikan dengan perut yang sudah siap untuk melahirkan ini. Have a nice day !!

Let's connect

One thought on “Biaya Liburan di Lombok, Holiday Resort Senggigi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate »