Perjalanan ke Tanjung Bira

Tanjung Bira

Perjalanan ke Tanjung Bira

Tanjung Bira, salah satu tujuan yang harus dikunjungi kalau ke Sulawesi. Itu niat saya waktu mau berkunjung ke keluarga Chandra di Makassar. Setelah browsing mengenai Tanjung Bira, akhirnya kita memutuskan untuk berlibur 3 hari di sana. Seperti biasa kita anaknya suka spot-spot yang ga terlalu rame dan masih bersih.

Langsung bahas aja ya ! (Sebenarnya ini perjalanan sekitar 3 tahun lalu hehe)

Gimana caranya pergi ke Tanjung Bira ?

Kita naik pesawat dan landing di Bira, ngga lah. Untuk pergi ke Tanjung Bira, kita harus ke Makassar dulu. Saya pergi menggunakan pesawat citilink tahun 2016 sekitar bulan Mei. Harga tiketnya sekitar Rp 1 juta – 1.2 juta rupiah per orang kalau dari Jakarta. Jadi kalau bolak balik per orang ya sekitar Rp 2 juta – 2.5 juta. Ada juga yang lebih murah, yaitu pakai lion air.

Walaupun takdir tak ada yang tau, tapi kalau naik lion ya dag dig dug cuy, mana harus lebih meningkatkan iman dan kesabaran kalau delay. Mau pakai Garuda tapi duit ga cukup, ya naik anaknya aja lah.

Dari Makassar, kita melanjutkan perjalanan darat ke Bulukumba, ya sekitar 6-8 jam. Bisa 5 jam sih kalau ga macet, biasanya macet di Makassarnya. Banyakin bawa bantal buat duduk aja, biar ga melar. Ga deng bercanda.

Transportasi Makassar-Tanjung Bira

Kalau mau ke Bulukumba dari Makassar, kita harus naik mobil, baik itu mobil pribadi, sewa ataupun angkutan tujuan Makassar – Bulukumba. Kalau dulu kita pinjem mobil Bapaknya Chandra. Jadi paling cuma keluarin biaya bensin Rp 100rb – Rp 200rb udah bolak balik.

Untuk yang mau travel bisa di cek di sini, setelah saya baca reviewnya ini recommended banget, jadwal setiap jam dan setiap hari harga tiketnya sekitar Rp 100rb.

Bukan hanya Bira, tapi juga daerah dalam perjalanan

Saya dan Chandra memulai perjalanan pukul 06.00 pagi, mampir sebentar sarapan nasi kuning di Makassar. Kita pergi hari Selasa, saya pikir daerah di luar Jakarta atau Bandung itu ga ada kata macet. Ups jangan dikira, Makassar juga juara macetnya, bedanya adalah klakson setiap detik.

Kalau udah macet ya mau gimana lagi, paling kalau di Bandung atau Jakarta, orang pada "nge-Gas" rebutan jalan kalau macet, kalau di Makassar ada backsound klakson dimana-mana. Macet dikit klakson, lebih parah dari Jakarta (in my opinion ya).

Dalam perjalanan ke Bulukumba, kita akan melihat pemandangan laut biru dipinggir jalan, terutama pas masuk daerah Bantaeng. Itu sangat keren banget, jalanan ga macet plus pas mau masuk Bulukumba kita bisa lihat sapi-sapi dipinggir jalan (aneh mungkin bagi kita yang tinggal di kota besar). Tapi sebelum itu, ada juga Jeneponto, daerah yang sepanjang jalannya kita lebih sering liat padang rumput dan lebih terasa gersang.

Tempat penginapan di Tanjung Bira

Setelah hampir 6-7 jam diperjalanan dan beberapa kali berhenti untuk istrihat, akhirnya kita sampai di Bulukumba. Sebelum memutuskan untuk liburan ke Bulukumba, saya sudah cari-cari review penginapan yang ada di sana. Akhirnya kita dapat penginapan yang keren banget, bungalow yang viewnya langsung ke arah Tanjung Bira. Kita booking penginapannya di Air BnB waktu itu, namanya Cosmo Bungalow untuk link nya bisa klik di sini.

Baca juga : Penginapan Tanjung Bira – Cosmos Bungalow

Sebenarnya ada beberapa penginapan lain di Bulukumba, ada penginapan dengan konsep hotel dan hostel namun agak kurang cocok dengan selera kita waktu itu. Kita lebih suka penginapan yang lebih privat dengan view yang bagus. Walaupun dari segi harga Cosmo Bungalow ini cukup lumayan mahal dengan fasilitas yang seadanya. Tapi overall kita puas nginap di sana selama 3 hari 2 malam.

Nah segitu dulu cerita perjalanan saya ke Tanjung Bira. Saya akan review lebih detail mengenai penginapan, tempat makan, dan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di sana, plus tips-tips bagi kalian yang ingin liburan kesana. Oh ya jangan lupa share ya artikel ini. Thank You !

Baca Juga : Tanjung Bira, Seperti Liburan di Private Beach

Let's connect
Passionate about Data Analytics, Entrepreneurship, and Business Strategy. Exploring the intersection of data-driven insights and innovative business decisions. B. Economics | MBA-Entrepreneurship | Data Analytics Certified | Analyst and Research Reach me at saraswatisepti@gmail.com or hai.ssaras@gmail.com

2 thoughts on “Perjalanan ke Tanjung Bira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Translate ยป